Kamis, 13 Juni 2013

Mengertilah

Ibu... jika kau tau apa yang aku lakukan, mungkin kau bisa mengerti. Jika kemarin kau menemaniku di saat aku mengurus semua kepindahanku, mungkin  kau bisa mengerti. Dan mungkin kau bisa tau perasaanku sekarang. dan mungkin kau akan tau bahwa aku telah melakukan apa yang mereka perintahkan.

Ibu.. maafkan aku yang telah menyusahkanmu. karna persyaratan yang ku berikan ke dalam kampus membuatmu harus pulang pergi ke kampus lamaku untuk mengurus surat-surat.

Ibu.. maafkan aku. Tapi sungguh aku telah melakukan apa yang mereka katakan padaku. Aku menyerahkan berkas-berkas yang mereka inginkan. aku pergi ke gedung satu ke gedung yang lain. Aku sendirian bu. Aku bertemu dengan banyak orang. Orang yang mengurus kepindahanku pun berbeda. Orang pertama bilang sudah cukup. Orang ke-dua bilang masih kurang.

Di saat aku bolak-balik karna perintah mereka. aku sempat merasa rindu akan Ayah. Dulu, setiap aku ingin kuliah dialah yang selalu menemaniku. Dia yang mengurus semuanya.

Mungkin jika Ayah masih ada, aku tak akan seperti ini. Maafkan aku Ayah. Aku masih sangat membutuhkanmu. Maafkan aku Ayah, aku masih menangis setiap ku merindukanmu dan aku masih menangis setiap ku sadari betapa ruginya diriku yang tak bisa menghargai kehadiranmu saat kau masih ada di sisiku.

Ibu.. Percayalah padaku. aku tak ingin membuatmu sakit. aku tak ingin menyesal untuk yang ke-dua kali ibu.


Senin, 10 Juni 2013

Maafkan aku merindukanmu

www.google.com
Maafkan aku..
Maafkan aku yang masih menangis setiap mengingatmu..
Mengingat manisnya senyumanmu..
Mengingat canda tawamu..
dan puncaknya, ku menangis karna mengingat waktu itu..

Waktu di mana kau tertidur pulas..
Waktu di mana kau tak akan membuka matamu lagi..

Ayah..
Maafkan aku jika aku masih merindukanmu..
Maafkan aku jika aku masih menangisimu..

Aku rindu..
Aku masih rindu padamu..
dan masih sangat rindu padamu..

Maafkan aku Ayah..
Aku sayang Ayah..