Minggu, 27 Oktober 2013

kabar kedua

setelah waktu kejujuran kemarin, selang 2 hari kau beri aku kabar yang sangat megejutkan pula. kabar yang juga membuatku merasa sangat sedih. kau mengatakan bahwa adik kecilmu mendengar ayahmu tak menyetujui jika kelak aku menjadi istrimu. aku merasa setelah aku terjatuh aku juga merasa sakit karna tettimpa tangga. itu sungguh kabar kedua yang menyakitkan. tak ku sangka 1 tahun ini ayahmu merasa tak nyaman dengan diriku, dan tak ku sangka bahwa 1 tahun ini dia masih belum bisa menerima ku. walau hubungan kita telah berjalan selama 3 tahun tapi jika orang tua kita tak menyetujui hubungan kita maka itu tak lengkap rasanya. tapi kau selalu bilang, "kitalah yang menjalani ini, kita yang melakukan dan aku akan tetap mempertahankanmu walau aku tak bisa memaksamu untuk bisa bersamaku. itu pilihanmu, apa kamu akan kuat menjalani ini semua". itu lah kata-kata yang selalu kau ucapkan setiap kita membicarakan tentang ketidaksukaan orangtua kita dengan hubungan kita.


kabar kedua ini memang membuatku sangat tidak bersemangat dalam menjalani hari-hari, terlebih lagi setelah kabar pertama, kamu berkata padaku bahwa kamu tak bisa bercanda lagi denganku, entah sampai kapan kamu bisa bercanda lagi. itu semua sangat membuatku gelisah.

lalu aku berfikir, haruskah aku menyudahi hubungan yang telah di bangun selama 3 tahun ini? tapi di sisi lain aku tak ingin menyerah, aku juga ingin berusaha, aku ingin menunjukkan bahwa aku pantas menjadi istrimu dan bisa membahagiakanmu dan aku pantas menjadi menantu orangtua dan aku pantas menjadi salah satu anggota keluargamu. itu adalah pilihan yang sangat membingungkan aku.

tapi kamu yang sudah tau sikapku. sikapku yang selalu mimikirkan sesuatu sampai aku tak bisa menunjukkan rasa semangatku, kamu selalu meminta aku untuk tidak terus menerus memikirkan semua hal itu. lalu kau berusaha kembali tersenyum dan bercanda demi aku.

terimakasih. sekarang aku memilih untuk tetap berusaha menjadi istri terbaikmu. dan biarkan waktu yang menjawabnya suatu hari nanti.

Tidak ada komentar: