Minggu, 10 November 2013

1 Tahun

hari ini adalah hari pahlawan..
satu hari yang lalu, tanggal 9 november adalah hari 1 tahun kepergianmu..
maafkan aku, aku lupa bahwa kau telah pergi meninggalku selama 1 tahun..

Ayah..
aku masih menyanyangimu..
maafkan aku ayah..
semoga kau selalu bahagia di alam sana..
doakan aku untuk bisa berada di sisimu kelak ayah..

teruntuk Ibu..
aku bangga padamu ibu..
kau adalah wanita terhebat dalam hidupku..
kau adalah sosok wanita yang sangat kuat bagiku..
kuatkan slalu hatimu ibu..
aku akan menghapus air matamu..
dan menjadi pelindungmu menggantikan Ayah..

love you..

Minggu, 27 Oktober 2013

kabar kedua

setelah waktu kejujuran kemarin, selang 2 hari kau beri aku kabar yang sangat megejutkan pula. kabar yang juga membuatku merasa sangat sedih. kau mengatakan bahwa adik kecilmu mendengar ayahmu tak menyetujui jika kelak aku menjadi istrimu. aku merasa setelah aku terjatuh aku juga merasa sakit karna tettimpa tangga. itu sungguh kabar kedua yang menyakitkan. tak ku sangka 1 tahun ini ayahmu merasa tak nyaman dengan diriku, dan tak ku sangka bahwa 1 tahun ini dia masih belum bisa menerima ku. walau hubungan kita telah berjalan selama 3 tahun tapi jika orang tua kita tak menyetujui hubungan kita maka itu tak lengkap rasanya. tapi kau selalu bilang, "kitalah yang menjalani ini, kita yang melakukan dan aku akan tetap mempertahankanmu walau aku tak bisa memaksamu untuk bisa bersamaku. itu pilihanmu, apa kamu akan kuat menjalani ini semua". itu lah kata-kata yang selalu kau ucapkan setiap kita membicarakan tentang ketidaksukaan orangtua kita dengan hubungan kita.

Kamis, 24 Oktober 2013

KENAPA ???

entah kenapa aku masih merasa kecewa dengan cerita yang semalam kau utarakan. cerita yang benar-benar membuatku kecewa sama kamu. kuhargai kejujuranmu, ku terima alasan mu yang  baru menceritakan cerita itu yang sudah lama kau simpan. tapi aku sungguh tak menyangka kau melakukan itu padaku. kau memebuatku menangis lagi. kau memebuatku kecewa.
kejujuran yang kita lakukan semalam sangat membuatku merasa tenang. karna akhirnya tak ada lagi hal yang kita sembunyikan awaalu pada akhirnya aku harus mendapatkan 2 cerita yang sangat menyakitkan bagiku.
cerita yang mungkin hampir 1 tahun kau sembunyikan padaku. cerita yang melibatkan orang-orang yang dulu sempat ku benci dan orang yang sedang ku pertahankan untuk bisa ku menerimanya.
KENAPA?
kenapa kau lakukan itu?
kenapa harus mereka yang kau sembunyikan dariku?
dan kenapa kau bisa mengulangi kesalahanmu yang pernah kau janjikan padaku bahwa kau tak akan pernah melakukannya lagi?
KENAPA?
kenapa kau begitu padaku?

sayangku..
walaupun itu adalah cerita lama yang baru kau ceritakan padaku, tapi aku tak bisa menghilangkan rasa kecewaku padamu.
kau yang ku sayang..
rasa sakit ini akan selalu ku ingat, tapi bukan berarti aku akan membalasmu dengan rasa sakit yang sama.
tapi rasa sakit yang aku rasakan ini ingin ku jadikan bukti bahwa aku masih menyayangimu dan akan tetap menyayangimu..

kau yang mungkin selalu merasa sakit karna maslah-masalah yang kubuat, maafkan aku sehingga kau mampu melakukan hal yang sangat menyakitkan untukku. kesalahan yang kau buat itu juga mungkin karna aku belum bisa membahagiakanmu. maafkan aku. akan aku buktikan bahwa aku benar-benar sayang kamu dan g akan menduakanmu. semoga ini menjadi pelajaran yang sangat berharga dan menjadi awal yang baik untuk kita. 

Selasa, 06 Agustus 2013

kehilangan

       Malam ini aku merasakan perasaan yang entah bagaimana aku bisa ungkapan. Perasaan yang sangat tak enak, membuatku gelisah dan membuatku berpikir ada apa dengan perasaan ku ini. Apa sebenarnya yang aku rasakan ini. Mungkin kah aku merasa kehilangan? Ataukah aku merasa takut? Aku sedih karna malam ini adalah malam terakhir shalat traweh dan aku tak bisa menjalankannya, aku hanya bisa berdiam diri di dalama rumah. Sedih karna aku akan berpisah dengan bulan yang penuh berkah ini. Ataukah aku takut tak bisa bertemu lagi dengan bulan yang indah ini? Ataukah ada persaan lain? Perasaan tentang dia yang sedang berada di perjalanan menuju rumahnya? Aku tak tau.
       Yang aku tau hanyalah perasaan ini sungguh membuatku tak tentu. Aku merasa ingin mencurahkan semua perasaanku ini. Ingin rasanya aku bersimpuh di hadapan Mu dan ku luapkan semua perasaan ini sehingga hilang sudah semua gundah dalam hati ini.
       Ya Rabbi, semoga rasa yang Kau kirimkan malam ini kepadaku adalah perasaan bahwa aku sedih kehilangan bulan yang Kau berkahi. Dan semoga rasa yang Kau berikan ini membuatku semakin mencintai Mu.Lindungilah dia yang jauh di sana dan limpahkanlah kami dengan cinta Mu. Aamiin.

Senin, 05 Agustus 2013

PERJALANAN PERTAMA

       Dua hari lalu dia ijin untuk berangkat ke Lampung. Awalnya aku tak percaya, karna menurutku mustahil untuknya bisa pergi ke Lampung, di mana itu terletak di pulau Sumatra dan dia harus meninggalkan pulau Jawa. Lalu akhirnya dia menjelaskan alasan kepergiannya, dia pergi bersama 3 temannya.
       Sudah menjadi hal biasa jika dia pergi jauh menggunakan mobil bersama teman-temannya dia harus menjadi "supir pribadi" mereka. Karna jika di rumah dia juga terbiasa menjadi "supir pribadi" ayahnya untuk mengantar barang-barang.
       Kemarin pagi dia memberi kabar bahwa dia sudah sampai di Jakarta. Lalu sekitar pukul 12 malam dia mengabari lewat pesan singkat bahwa dia telah menyebrang dari pelabuhan Merak menuju pelabuhan Bakau Heuni. Dan ternyata paginya dia telah sampai di rumah temannya.
      Semenjak dia mengabarkan bahwa dia telah sampai di tempat tujuan dia meminta ijin untuk beristirahat, karna katanya dia dan teman-temannya akan langsung balik ke Jogjakarta hari itu juga pada malam hari ini. Mendengar dia dan kawan-kawan tak menyempatkan untuk menginap semalam di kota Lampung membuatku gelisah. Perjalanan yang memakan waktu sangat lama dan melelahkan itu membuatku cemas memikirkan dirinya. Di sini aku hanya bisa berdoa untuknya, semoga perjalanan pertamanya menuju luar Jawa ini menjadi perjalan yang sangat berkesan untuknya.

Kamis, 13 Juni 2013

Mengertilah

Ibu... jika kau tau apa yang aku lakukan, mungkin kau bisa mengerti. Jika kemarin kau menemaniku di saat aku mengurus semua kepindahanku, mungkin  kau bisa mengerti. Dan mungkin kau bisa tau perasaanku sekarang. dan mungkin kau akan tau bahwa aku telah melakukan apa yang mereka perintahkan.

Ibu.. maafkan aku yang telah menyusahkanmu. karna persyaratan yang ku berikan ke dalam kampus membuatmu harus pulang pergi ke kampus lamaku untuk mengurus surat-surat.

Ibu.. maafkan aku. Tapi sungguh aku telah melakukan apa yang mereka katakan padaku. Aku menyerahkan berkas-berkas yang mereka inginkan. aku pergi ke gedung satu ke gedung yang lain. Aku sendirian bu. Aku bertemu dengan banyak orang. Orang yang mengurus kepindahanku pun berbeda. Orang pertama bilang sudah cukup. Orang ke-dua bilang masih kurang.

Di saat aku bolak-balik karna perintah mereka. aku sempat merasa rindu akan Ayah. Dulu, setiap aku ingin kuliah dialah yang selalu menemaniku. Dia yang mengurus semuanya.

Mungkin jika Ayah masih ada, aku tak akan seperti ini. Maafkan aku Ayah. Aku masih sangat membutuhkanmu. Maafkan aku Ayah, aku masih menangis setiap ku merindukanmu dan aku masih menangis setiap ku sadari betapa ruginya diriku yang tak bisa menghargai kehadiranmu saat kau masih ada di sisiku.

Ibu.. Percayalah padaku. aku tak ingin membuatmu sakit. aku tak ingin menyesal untuk yang ke-dua kali ibu.


Senin, 10 Juni 2013

Maafkan aku merindukanmu

www.google.com
Maafkan aku..
Maafkan aku yang masih menangis setiap mengingatmu..
Mengingat manisnya senyumanmu..
Mengingat canda tawamu..
dan puncaknya, ku menangis karna mengingat waktu itu..

Waktu di mana kau tertidur pulas..
Waktu di mana kau tak akan membuka matamu lagi..

Ayah..
Maafkan aku jika aku masih merindukanmu..
Maafkan aku jika aku masih menangisimu..

Aku rindu..
Aku masih rindu padamu..
dan masih sangat rindu padamu..

Maafkan aku Ayah..
Aku sayang Ayah..